Share it

Minggu, 19 Desember 2010

PERANAN WIRAUSAHA DALAM PEMBANGUNAN


2.1      PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan berasal dari kata wirausaha. Wirausaha berasal dari kata wira yang artinya berani, utama, dan mulia. Usaha berarti kegiatan komersil maupun nonkomersil. Jadi, kewirausahaan diartikan secara harfiah sebagai hal-hal yang menyangkut keberanian seseorang untuk melakukan kegiatan bisnis maupun nonbisnis secara mandiri.[1]
Menurut Soeparman Soemahamidjaja kewirausahaan berasal dari istilah entrepeneurship yang sebenarnya berasal dari kata entrepreneur, yang artinya suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat, dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.[2] Sedangkan Marzuki Usman mengatakan entrepreneur adalah seorang yang memiliki kombinasi unsur (elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi inovasi, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat, dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha.[3]
Desi Sapari mengatakan bahwa kewirausahaan adalah usaha mandiri yang berdiri berdasarkan ide-ide baru yang orisinil dan inovatif.[4] Dalam lampiran Kepitusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, mencantumkan bahwa kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, serta menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik, dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan sikap, jiwa, dan semangat mulia yang terdapat pada diri seseorang yang inovatif, kreatif, dan berupaya untuk kemajuan pribadi dan masyarakat. Jadi, alangkah baiknya kalau kewirausahaan itu ada pada setiap orang (guru, pegawai, pelajar, ibu rumah tangga, dan lain-lain), dan tidak terbatas pada pengusaha saja.

2.2      KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Karakter adalah ciri, watak, sifat, dan tingkah laku yang khas dari wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain.[5] Karakteristik wirausaha[6] antara lain:
a.       Motif berprestasi tinggi
Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs). Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya.
b.      Selalu perspektif
Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis, melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan ke masa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya. Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada, walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi. Seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan.

2.3      CIRI-CIRI KEWIRAUSAHAAN
Ciri-ciri kewirausahaan[7] secara ringkas antara lain sebagai berikut:
a.       Berpikir teliti, inovatif, dan kreatif.
b.      Berani mengambil resiko dan percaya pada diri sendiri.
c.       Berorientasi ke masa depan.
d.      Mengutamakan prestasi, tahan uji, tekun, dan tidak mudah menyerah.
e.       Jujur, bertanggung jawab, dan teguh pendirian.
f.       Memiliki etos kerja tinggi dan tangguh menghadapi persaingan.
g.      Membiasakan diri bersikap positif dan selalu bersemangat dalam setiap pekerjaan.
h.      Mensyukuri diri, waktu, dan lingkungan.
i.        Selalu berusaha meningkatkan keunggulan dan citra perusahaan.
j.        Selalu berupaya mencapai dan menghasilkan karya yang lebih baik untuk langganan, pemilik, pemasok, tenaga kerja, masyarakat, bangsa, dan negara.

2.4      HAKIKAT KEWIRAUSAHAAN
Hakikat kewirausahaan adalah ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Hakikat penting dari kewirausahaan[8] adalah sebagai berikut:
a.       Percaya diri
Kepercayaan diri adalah sikap dan keyakinan seseorang dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugasnya. Kepercayaan diri berpengaruh pada gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja keras, dan kegairahan berkarya.

b.      Berorientasi pada tugas dan hasil
Seseorang yang selalu mengutamakan tugas dan hasil adalah orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik, dan berinisiatif.
c.       Keberanian mengambil risiko
Keberanian mengambil risiko bergantung pada daya tarik setiap alternatif, siap mengalami kerugian, dan kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal. Kemampuan untuk mengambil risiko ditentukan oleh keyakinan diri, kesediaan untuk menggunakan kemampuan, dan kemampuan untuk menilai risiko.
d.      Kepemimpinan
Kepemimpinan kewirausahaan memiliki sifat-sifat kepeloporan, keteladanan, tampil berbeda, dan mampu berfikir divergen dan konvergen.
e.       Berorientasi ke masa depan
Berorientasi ke masa depan adalah perspektif, selalu mencari peluang, tidak cepat puas dengan keberhasilan, dan berpandangan jauh ke depan.
f.       Keorisinilan: kreativitas dan inovasi
Nilai inovatif, kreatif, dan fleksibilitas merupakan unsur-unsur keorisinilan seseorang. Wirausaha yang inovatif adalah orang yang kreatif dan yakin dengan adanya cara-cara baru yang lebih baik. Kreativitas adalah kemampuan untuk melakukan pemikiran yang baru dan berbeda. Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk melakukan tindakan yang baru dan berbeda.

2.5      SIKAP DAN KEPRIBADIAN WIRAUSAHA
Kewirausahaan mencakup sikap terbuka, bebas, pandangan yang luas, orientasi pada masa yang akan datang, perencanaan, yakin, sadar, dan hormat terhadap orang lain serta pendapatnya. Sedangkan tingkah laku kewirausahaan tergambar dalam kepribadian, kemampuan hubungan, pemasaran, keahlian mengatur, dan sikap terhadap uang.[9]

2.6      FUNGSI WIRAUSAHA
Dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi, yaitu fungsi makro dan fungsi mikro. Fungsi makro kewirausahaan adalah penggerak, pengendali, dan pendorong perkembangan ekonomi suatu bangsa. Sedangkan fungsi mikro kewirausahaan adalah sebagai penemu dan perencana.[10]

2.7      PERANAN WIRAUSAHA
Peranan dari wirausaha[11] antara lain sebagai berikut:
a.       Sebagai salah satu jalan keluar untuk memecahkan masalah ketenagakerjaan (mengurangi pengangguran).
b.      Turut membangun perekonomian nasional dengan tidak membebani pemerintah dan masyarakat.
c.       Meningkatkan pendapatan masyarakat.
d.      Meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi.

2.8      TUJUAN WIRAUSAHA
Tujuan wirausaha[12] antara lain sebagai berikut:
a.       Meningkatkan jumlah wirausahawan yang sukses.
b.      Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausahawan untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
c.       Membudayakan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
d.      Menumbuhkembangkan kesadaran kewirausahaan yang tangguh dan kuat.
 
2.9      SYARAT-SYARAT WIRAUSAHA
Syarat-syarat untuk menjadi seorang wirausaha[13] antara lain sebagai berikut:
a.       Memiliki sikap mental yang positif.
b.      Memiliki keahlian di bidangnya.
c.       Mempunyai daya pikir yang kreatif.
d.      Rajin mencoba hal-hal yang baru (inovatif).
e.       Memiliki semangat juang (motivasi).
f.       Mampu mengantisipasi berbagai resiko dan persaingan.

2.10  MANFAAT KEWIRAUSAHAAN
Manfaat yang akan diperoleh jika menjadi seorang wirausaha[14] antara lain sebagai berikut:
a.       Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran.
b.      Memberi contoh bagaimana harus bekerja keras, tekun, dan punya kepribadian unggul yang pantas diteladani.
c.       Berusaha mendidik para karyawannya menjadi orang yang mandiri, disiplin, tekun, dan jujur dalam menghadapi pekerjaan.
d.      Berusaha mendidik masyarakat agar hidup secara efisian, tidak berfoya-foya, dan tidak boros.
e.       Sebagai sumber penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.
f.       Pelaksana pembangunan bangsa dan negara.
g.      Meningkatkan kepribadian dan martabat/harga diri.
h.      Memajukan keuangan.
i.        Melaksanakan persaingan yang sehat dan wajar.
  
2.11  PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA
Pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha adalah pengetahuan mengenai usaha yang akan dimasuki/dirintis dan lingkungan usaha yang ada, pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab, serta pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. Sedangkan keterampilan yang harus dimiliki wirausaha diantaranya adalah keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko, keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah, keterampilan dalam memimpin dan mengelola, keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi, serta keterampilan teknik usaha yang akan dilakukan.[15]

2.12  IDE DAN PELUANG WIRAUSAHA
Ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Proses penjaringan ide atau screening merupakan cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan dengan cara menciptakan produk baru yang berbeda, mengamati pintu peluang, menganalisis produk dan proses secara mendalam, serta memperhitungkan risiko. [16]

2.13  MODAL WIRAUSAHA
Secara garis besar modal kewirausahaan[17] dapat dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut:
a.       Modal Intelektual.
Modal intelektual dapat diwujudkan dalam bentuk ide-ide sebagai modal utama yang disertai pengetahuan, kemampuan, keterampilan, komitmen, dan tanggung jawab.
b.      Modal Sosial dan Moral
Modal sosial dan moral diwujudkan dalam bentuk kejujuran dan kepercayaan, sehingga dapat terbentuk citra.
c.       Modal Mental
Modal mental adalah kesiapan mental berdasarkan landasan agama, yang diwujudkan dalam bentuk keberanian untuk menghadapi risiko dan tantangan.
d.      Modal Material
Modal material adalah modal dalam bentuk uang atau barang. Modal ini terbentuk apabila seseorang memiliki jenis-jenis modal di atas.

2.14  FAKTOR KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN USAHA
Keberhasilan wirausaha[18] ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:
a.       Kemampuan dan kemauan.
b.      Jujur, tekad yang kuat, dan kerja keras yang ulet.
c.       Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya ketika ada kesempatan.
d.      Disiplin dan berani menanggung risiko.
Kegagalan wirausaha[19] ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:
a.       Diabaikan oleh pemiliknya
Pemilik gagal dalam menjalankan usaha dan membiarkan segala sesuatunya terjadi tanpa mengambil tindakan yang positif. Kurang berpengalaman dan mengintegrasikan operasi perusahaan.
b.      Kecurangan dan pencurian
Karyawan mencuri uang (korupsi), barang perusahaan, atau rahasia perusahaan.
c.       Kurang keterampilan dan keahlian
Tidak mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha, uang, orang, dan persediaan.

2.15  NORMA DAN ETIKA BISNIS
Salah satu aspek yang sangat populer dan perlu mendapat perhatian dalam dunia bisnis adalah norma dan etika bisnis. Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilai moral dan norma yang dijadikan tuntutan dalam berusaha. Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas pemilik kepentingan dalam membuat keputusan dan memecahkan persoalan perusahaan. Oleh karena itu, perilaku etika berperan melakukan apa yang benar dan baik untuk menentang apa yang salah dan buruk[20]

2.16  BIDANG USAHA
Di bidang perekonomian, wirausaha bergerak di berbagai sektor usaha, baik formal maupun informal.[21]
a.       Sektor Formal, antara lain:
§  Industri. Baik yang menghasilkan barang maupun jasa, mulai dari industri kecil, sedang, sampai besar.
§  Perdagangan. Baik lokal, nasional, maupun internasional.
§  Jasa. Termasuk bidang pendidikan.
§  Agraris. Baik pertanian, perkebunan, maupun peternakan dan perikanan.
b.      Sektor Informal, antara lain:
§  Industri rumah tangga
§  Perdagangan, jasa, agraris, dan usaha lain sebagai kegiatan dan usaha sampingan



[1]  Tomkursz.                            2008.                               Kewirausahaan,                             (Online), (http://tomskursz.blogspot.com/2008/09/kewirausahaan.html, diakses 26 Desember 2008).
[2]  Soeparman  Soemahamidjaja.  Membina Sikap Mental Wirausaha. Jakarta: Gunung Jati. 1980. hlm. 2.
[3]  Marzuki  Usman. Kewirausahaan  dalam  Birokrasi Salah Satu Langkah Antisipatif Menghadapi Globalisasi. Makalah Seminar. Jatinagor: IKOPIN. 1997. hlm. 3. 
[4] Desi            Sapari.             2008.             (Online),             (http://blog-indonesia.com/archive.php/tblogger/4957/language/english/tsite/hprlnks_tpers_dot_net_slsh__qust_p_eql_821, diakses 26 Desember 2008).
[5]  Tomkursz.                            2008.                               Kewirausahaan,                             (Online), (http://tomskursz.blogspot.com/2008/09/kewirausahaan.html, diakses 26 Desember 2008).
[6] Amin.      2008.      Memahami      Karakteristik      Kewirausahaan,      (Online), (http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/, diakses 26 Desember 2008).
[7] Kewirausahaan,                                   (Online),                                   (http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=11&fname=eko206_11.htm, diakses 26 Desember 2008).
[8]  Suryana. Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat. 2006. hlm. 39-42.
[9]  Ibid. hlm. 49-51.
[10]  Ibid. hlm. 77.
[11] Kewirausahaan,                                   (Online),                                   (http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=11&fname=eko206_11.htm, diakses 26 Desember 2008).
[12]  Tomkursz.                               2008.                         Kewirausahaan,                             (Online), (http://tomskursz.blogspot.com/2008/09/kewirausahaan.html, diakses 26 Desember 2008).
[13]  Kewirausahaan,                                   (Online),                                   (http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=11&fname=eko206_11.htm, diakses 26 Desember 2008).
[14]  Tomkursz.                         2008.                                Kewirausahaan,                             (Online), (http://tomskursz.blogspot.com/2008/09/kewirausahaan.html, diakses 26 Desember 2008).
[15]  Suryana. Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat. 2006. hlm. 4-5.
[16]  Ibid. hlm.84-85.
[17]  Ibid. hlm. 5-7.
[18]  Ibid. hlm. 67.
[19]  Tomkursz.                         2008.                                Kewirausahaan,                             (Online), (http://tomskursz.blogspot.com/2008/09/kewirausahaan.html, diakses 26 Desember 2008).
[20]  Suryana. Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat. 2006. hlm. 224.
[21]  Kewirausahaan,                                   (Online),                                   (http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=11&fname=eko206_11.htm, diakses 26 Desember 2008).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar